Puasa Ayyamul Bidh: Niat Puasa Ayyamul Bidh, Bacaan Niat Puasa, dan Keutamaannya Lengkap 2026
Bagi umat Muslim, amalan puasa sunnah adalah jembatan untuk meraih kedekatan dengan Allah SWT serta melipatgandakan pahala. Salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan adalah puasa Ayyamul Bidh, atau yang dikenal sebagai puasa hari-hari putih. Puasa ini memiliki banyak keutamaan dan sering kali dinantikan pelaksanaannya, terutama saat bertepatan dengan bulan-bulan istimewa seperti Rajab 1447 H. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai puasa Ayyamul Bidh, mulai dari niat puasa Ayyamul Bidh, bacaan niat puasa, hingga berbagai keutamaannya, khususnya untuk jadwal di tahun 2026.
Key Takeaways
- Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan kalender Hijriah.
- Niat puasa Ayyamul Bidh dapat dilafalkan pada malam hari sebelum terbit fajar atau pada pagi hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
- Keutamaan puasa Ayyamul Bidh sangat besar, salah satunya adalah pahala yang setara dengan puasa setahun penuh jika diamalkan secara rutin.
- Di tahun 2026, puasa Ayyamul Bidh di bulan Rajab 1447 H akan jatuh pada awal Januari 2026.
- Melaksanakan puasa Ayyamul Bidh merupakan wujud ketaatan dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Kata “Ayyamul Bidh” sendiri berarti “hari-hari putih”. Penamaan ini berasal dari fenomena bulan purnama yang bersinar terang pada malam-malam tersebut, sehingga membuat suasana menjadi lebih cerah dan “putih”. Hari-hari putih ini secara rutin jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan berdasarkan kalender Hijriah.
Puasa ini memiliki keutamaan yang besar dan sering disebut dalam beberapa hadits. Salah satu hadits dari Abu Hurairah RA diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Kekasihku (Rasulullah SAW) berpesan kepadaku tiga hal: puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat Dhuha, dan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim). Puasa tiga hari setiap bulan ini merujuk pada puasa Ayyamul Bidh.
Niat Puasa Ayyamul Bidh
Niat merupakan rukun penting dalam setiap ibadah, termasuk puasa. Untuk melaksanakan puasa Ayyamul Bidh, kita perlu melafalkan niat puasa Ayyamul Bidh. Niat ini bisa dilafalkan pada malam hari sebelum fajar menyingsing, atau pada pagi hari sebelum waktu Dzuhur jika lupa, dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh
Berikut adalah bacaan niat puasa Ayyamul Bidh dalam bahasa Arab, Latin, dan terjemahannya:
Lafal Niat Puasa Ayyamul Bidh (Pada Malam Hari):
نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامِ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shouma ayyamal bidh sunnatan lillaahi ta’aala.
Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Lafal Niat Puasa Ayyamul Bidh (Pada Pagi Hari, sebelum Dzuhur, dan belum makan/minum):
نَوَيْتُ صَوْمَ الْغَدِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shaumal ghadī ‘an adā’i sunnati ayyāmil bīḍi lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Saya niat puasa besok hari pada ayyamul bidh, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Meskipun niat di dalam hati sudah cukup, melafalkan niat puasa Ayyamul Bidh secara lisan dianjurkan untuk lebih menguatkan tekad dan menghadirkan kesadaran dalam beribadah.
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh memiliki banyak keutamaan yang luar biasa bagi umat Muslim yang menjalankannya. Keutamaan puasa Ayyamul Bidh ini menjadi motivasi besar bagi banyak orang untuk mengamalkan puasa sunnah ini secara rutin.
- Pahala Setara Puasa Setahun Penuh: Salah satu keutamaan yang paling menonjol adalah pahalanya yang setara dengan puasa setahun penuh. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash, “Puasa tiga hari setiap bulan adalah seperti puasa setahun penuh.” (HR. Bukhari dan Muslim). Mengamalkan puasa Ayyamul Bidh secara rutin setiap bulan, berarti seseorang akan berpuasa 36 hari dalam setahun, dan setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali, sehingga pahalanya setara dengan 360 hari atau satu tahun penuh. Ini menunjukkan betapa besarnya pahala puasa Ayyamul Bidh.
- Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW: Melaksanakan puasa Ayyamul Bidh adalah bentuk ketaatan dan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, karena beliau sendiri yang menganjurkan dan mencontohkannya.
- Membersihkan Diri dari Dosa: Puasa adalah salah satu amalan yang dapat membersihkan diri dari dosa-dosa kecil, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan meningkatkan ketakwaan.
- Menyehatkan Tubuh: Selain manfaat spiritual, puasa juga memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh, seperti detoksifikasi dan perbaikan sel.
- Mendapatkan Keberkahan: Setiap amalan ibadah yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT akan mendatangkan keberkahan dalam hidup.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rajab 1447 H / Januari 2026
Di tahun 2026, puasa Ayyamul Bidh akan bertepatan dengan bulan Rajab 1447 Hijriah. Bulan Rajab adalah salah satu bulan haram (mulia) dalam Islam, di mana setiap amalan baik akan dilipatgandakan pahalanya. Oleh karena itu, menjalankan puasa Ayyamul Bidh di bulan Rajab 1447 H ini memiliki nilai lebih.
Berikut adalah perkiraan jadwal puasa Ayyamul Bidh Rajab 1447 H yang akan jatuh pada awal Januari 2026:
- Tanggal 13 Rajab 1447 H: Jatuh pada hari Jumat, 2 Januari 2026
- Tanggal 14 Rajab 1447 H: Jatuh pada hari Sabtu, 3 Januari 2026
- Tanggal 15 Rajab 1447 H: Jatuh pada hari Minggu, 4 Januari 2026
Catatan: Jadwal ini dapat sedikit bergeser tergantung pada hasil rukyatul hilal (pengamatan bulan) yang ditetapkan oleh otoritas terkait.
Sangat dianjurkan untuk mempersiapkan diri menyambut jadwal puasa Ayyamul Bidh Januari 2026 ini dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai melewatkan kesempatan emas ini untuk meraih pahala yang berlimpah!
Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh Lengkap
Tata cara puasa Ayyamul Bidh tidak jauh berbeda dengan tata cara puasa sunnah lainnya, seperti puasa Senin-Kamis atau puasa Rajab. Berikut adalah langkah-langkah tata cara puasa Ayyamul Bidh:
- Niat: Niat puasa Ayyamul Bidh adalah hal pertama dan utama. Niatkan puasa karena Allah SWT. Lafalkan niat seperti yang telah dijelaskan di atas, bisa pada malam hari atau pagi hari sebelum Dzuhur jika lupa.
- Sahur: Melaksanakan sahur sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda, “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Waktu sahur dimulai sejak tengah malam hingga menjelang terbit fajar.
- Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa: Sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, umat Muslim yang berpuasa wajib menahan diri dari makan, minum, berhubungan suami istri, dan segala hal-hal yang membatalkan puasa.
- Berbuka Puasa: Setelah matahari terbenam (masuk waktu Maghrib), segera berbuka puasa. Disunnahkan menyegerakan berbuka. Bacalah doa berbuka puasa.
Doa Berbuka Puasa
Berikut adalah doa berbuka puasa yang umum dilafalkan:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ‘ala rizqika afthartu. Birahmatika yaa arhamar raahimin.
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Penyayang di antara para penyayang.”
Hal-hal yang Membatalkan Puasa
Penting untuk memahami hal-hal yang dapat membatalkan puasa agar ibadah puasa kita sah dan diterima Allah SWT. Berikut adalah beberapa hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari:
- Makan dan minum secara sengaja.
- Berhubungan suami istri.
- Muntah dengan sengaja.
- Keluarnya mani dengan sengaja.
- Haid atau nifas bagi wanita.
- Murtad (keluar dari Islam).
Jika salah satu dari hal-hal ini terjadi, puasa seseorang menjadi batal dan wajib diqadha (diganti) di hari lain.
Hukum Puasa Ayyamul Bidh
Hukum puasa Ayyamul Bidh adalah sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan. Meskipun bukan puasa wajib, Rasulullah SAW sangat sering menjalankannya dan menganjurkan umatnya untuk tidak meninggalkannya. Ini menunjukkan betapa besar nilai ibadah ini di sisi Allah SWT. Mengamalkan puasa sunnah seperti Ayyamul Bidh adalah salah satu cara untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Rajab 1447 H
Pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh di bulan Rajab 1447 H akan memberikan keistimewaan tersendiri. Rajab adalah bulan yang mulia, salah satu dari empat bulan haram. Beramal saleh di bulan-bulan ini memiliki pahala yang berlipat ganda. Oleh karena itu, menjalankan puasa Ayyamul Bidh di bulan Rajab 1447 H, yang bertepatan dengan awal Januari 2026, adalah kesempatan besar untuk meraih pahala dan keberkahan yang berlimpah.
Bagi Anda yang ingin menjalankan puasa Ayyamul Bidh rajab lengkap dengan niat dan keutamaannya, pastikan untuk menandai kalender Anda untuk Januari 2026! 📅
Mengapa Puasa Ayyamul Bidh Sangat Dianjurkan?
Puasa Ayyamul Bidh adalah salah satu amalan puasa sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW secara konsisten. Hadits-hadits shahih dari jalur riwayat para sahabat Nabi banyak menjelaskan tentang anjuran ini. Keistimewaan puasa hari-hari putih ini terletak pada pahalanya yang setara dengan puasa setahun penuh jika dilakukan secara rutin setiap bulannya. Ini adalah investasi pahala yang sangat menguntungkan bagi seorang Muslim. Dengan berpuasa tiga hari setiap bulannya, seorang Muslim seolah-olah berpuasa setahun penuh, yang menunjukkan betapa besar rahmat Allah SWT kepada hamba-Nya.
Puasa ini memiliki keutamaan tidak hanya dari segi pahala, tetapi juga sebagai bentuk latihan spiritual. Dengan menahan diri dari nafsu makan dan minum, seorang Muslim melatih kesabaran, disiplin, dan ketaqwaan. Puasa Ayyamul Bidh adalah ibadah yang relatif ringan namun memiliki ganjaran yang luar biasa.
Persiapan Menjalankan Puasa Ayyamul Bidh
Untuk memastikan pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh berjalan lancar dan optimal, beberapa persiapan dapat dilakukan:
- Pembaruan Niat: Perbarui niat Anda untuk berpuasa semata-mata karena Allah SWT dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Niat puasa ayyamul bidh yang kuat adalah pondasi ibadah.
- Perencanaan Menu Sahur dan Berbuka: Siapkan menu sahur dan berbuka yang sehat dan bergizi agar tubuh tetap fit selama berpuasa.
- Istirahat Cukup: Pastikan mendapatkan istirahat yang cukup sebelum dan selama berpuasa agar tubuh tidak mudah lelah.
- Perbanyak Ibadah Lain: Selain puasa, manfaatkan momentum puasa Ayyamul Bidh untuk memperbanyak ibadah lain seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan bersedekah.
- Informasi Jadwal: Selalu pantau jadwal puasa Ayyamul Bidh yang akurat berdasarkan kalender Hijriah dan pengumuman dari lembaga keagamaan resmi, terutama untuk jadwal puasa Ayyamul Bidh Rajab 1447 H di Januari 2026.
Kesimpulan
Puasa Ayyamul Bidh adalah sunnah yang penuh keutamaan; niat puasa Ayyamul Bidh yang benar dan pelaksanaan sesuai syariat akan mendatangkan pahala besar. Ambil kesempatan di Rajab 1447 H/Januari 2026 untuk mengamalkannya dengan ikhlas.
Referensi & Sumber Daya Tambahan
Untuk membantu Anda memperdalam pemahaman mengenai manfaat kesehatan dari puasa sunnah, memverifikasi jadwal Hijriah yang akurat, serta mempelajari fikih puasa lebih lanjut, kami telah mengurasi daftar sumber daya terpercaya berikut ini.
Jurnal Ilmiah & Studi Akademik
Sumber-sumber ini memberikan perspektif ilmiah mengenai dampak puasa (intermittent fasting) yang selaras dengan pola Puasa Ayyamul Bidh.
- Patterson, R. E., et al. (2015). “Intermittent Fasting and Human Metabolic Health.” Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics. Studi ini meninjau bukti ilmiah bahwa pola puasa berkala dapat memperbaiki profil metabolisme dan mengurangi risiko penyakit kronis, mendukung manfaat kesehatan dari puasa sunnah.
- Hardiansyah, et al. (2021). “The Effect of Sunnah Fasting on Spiritual Intelligence and Emotional Control.” Journal of Islamic Psychology. Penelitian ini menyoroti korelasi positif antara rutinitas puasa sunnah (seperti Ayyamul Bidh) dengan peningkatan kecerdasan spiritual dan stabilitas emosi.
Sumber Daya Online Terpercaya
Situs web dan alat bantu untuk memantau kalender Hijriah 1447 H dan panduan fikih.
- Kalender Hijriah Kemenag RI (Simbi) Situs resmi Kementerian Agama untuk memverifikasi penetapan tanggal 1 Hijriah setiap bulannya (terutama Rajab) berdasarkan hasil hisab dan rukyat pemerintah Indonesia.
- NU Online – Panduan Puasa Sunnah Ensiklopedia fikih Islam terbesar di Indonesia yang menyediakan pembahasan mendalam mengenai niat, hukum, dan tata cara puasa Ayyamul Bidh sesuai Mazhab Syafi’i.
- IslamicFinder – Konverter Tanggal Alat bantu digital yang akurat untuk mengonversi tanggal Masehi 2026 ke Hijriah guna memastikan Anda tidak melewatkan tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulannya.
Buku Rekomendasi
Literatur mendalam untuk perpustakaan pribadi Anda (Tersedia di Amazon/Toko Buku).
- Sabiq, Sayyid. Fiqh Us-Sunnah: At-Tahara and As-Salah Karya klasik yang menjadi rujukan umat Islam sedunia, membahas detail hukum puasa sunah dengan dalil-dalil yang shahih dan mudah dipahami.
- Al-Ghazali, Imam. The Mysteries of Fasting (Kitab As-Sawm from Ihya Ulumuddin) Buku ini mengajak pembaca menyelami makna batiniah dari puasa, agar ibadah tidak sekadar menahan lapar, tetapi juga membersihkan hati (tazkiyatun nafs).
Multimedia & Video Pembelajaran
Materi audio-visual untuk mempermudah visualisasi dan menjaga semangat ibadah.
- Video: Keutamaan & Niat Puasa Ayyamul Bidh – Yufid TV Penjelasan visual yang ringkas dan menarik mengenai sejarah serta besarnya pahala puasa hari-hari putih, sangat cocok untuk pemula.
- TED Talk: The Brain on Fasting Video dari Mark Mattson (Neuroscientist) yang menjelaskan secara ilmiah bagaimana berpuasa menantang otak untuk bekerja lebih optimal dan mencegah penuaan dini.



